Edu Teknoid AI Cara Membuat Aplikasi Kasir Toko Berbasis Google Apps Script untuk Pemula

Cara Membuat Aplikasi Kasir Toko Berbasis Google Apps Script untuk Pemula

Cara Membuat Aplikasi Kasir Toko Berbasis Google Apps Script untuk Pemula

Cara Membuat Aplikasi Kasir Toko Berbasis Google Apps Script untuk Pemula – Membuat aplikasi kasir tidak selalu membutuhkan software berbayar atau kemampuan pemrograman tingkat lanjut. Dengan memanfaatkan Google Sheets dan Google Apps Script, kita dapat membuat aplikasi kasir sederhana yang bisa digunakan untuk mencatat barang, transaksi penjualan, menghitung total belanja, hingga membuat laporan.

Menariknya, aplikasi kasir berbasis Google Apps Script dapat dijalankan melalui browser sehingga tidak harus memasang aplikasi khusus di komputer.

Pada artikel ini, kita akan membahas konsep dan langkah pembuatan aplikasi kasir toko berbasis Apps Script dari awal dengan bahasa yang mudah dipahami.

Apa Itu Aplikasi Kasir Berbasis Apps Script?

Cara Membuat Aplikasi Kasir Toko Berbasis Google Apps Script untuk Pemula

Aplikasi kasir adalah sistem yang digunakan untuk membantu proses transaksi penjualan. Dalam bentuk sederhana, sistem kasir dapat melakukan beberapa pekerjaan seperti:

  • Menampilkan daftar barang.
  • Mencari barang berdasarkan kode atau nama.
  • Menambahkan barang ke keranjang.
  • Menghitung jumlah dan harga.
  • Menghitung subtotal.
  • Menghitung total pembayaran.
  • Menghitung uang kembalian.
  • Menyimpan transaksi.
  • Mengurangi stok barang.
  • Membuat laporan penjualan.

Sementara itu, Google Apps Script adalah platform pemrograman dari Google yang dapat digunakan untuk mengotomatisasi dan mengembangkan berbagai layanan Google Workspace, termasuk Google Sheets.

Dengan menggabungkan Google Sheets sebagai database dan Apps Script sebagai program, kita bisa membuat aplikasi kasir sederhana.

Baca juga: Cara Belajar AI untuk OSN: Panduan Lengkap dari Nol Sampai Siap Bertanding di Olimpiade


Mengapa Menggunakan Google Sheets dan Apps Script?

Untuk pemula, kombinasi Google Sheets dan Apps Script cukup menarik karena tidak perlu langsung mempelajari database yang rumit.

Contohnya:

Google Sheets → tempat menyimpan data

Apps Script → otak aplikasi

HTML + CSS + JavaScript → tampilan aplikasi

Secara sederhana arsitekturnya dapat digambarkan seperti ini:

                 APLIKASI KASIR
                       │
                       ▼
             HTML + CSS + JavaScript
                       │
                       ▼
                GOOGLE APPS SCRIPT
                       │
             ┌─────────┴─────────┐
             ▼                   ▼
       GOOGLE SHEETS        FUNGSI PROGRAM
       sebagai database     transaksi & laporan
             │
      ┌──────┼────────┐
      ▼      ▼        ▼
   Barang  Transaksi  Detail

Dengan struktur tersebut, pengguna cukup membuka aplikasi melalui browser.


Fitur yang Bisa Dibuat

Sebelum mulai membuat program, sebaiknya tentukan terlebih dahulu fitur yang diperlukan.

Untuk aplikasi kasir toko sederhana, kita dapat membuat menu:

1. Dashboard

Menampilkan informasi seperti:

  • Total transaksi hari ini.
  • Total penjualan hari ini.
  • Jumlah barang.
  • Stok menipis.

2. Data Barang

Digunakan untuk mengelola:

  • Kode barang.
  • Nama barang.
  • Kategori.
  • Harga beli.
  • Harga jual.
  • Stok.
  • Satuan.

3. Transaksi Kasir

Digunakan untuk:

  • Memilih barang.
  • Memasukkan jumlah.
  • Menambahkan ke keranjang.
  • Menghapus barang.
  • Mengubah jumlah.
  • Menghitung total.

4. Pembayaran

Kasir memasukkan jumlah uang yang diberikan pelanggan.

Contoh:

Total       : Rp75.000
Bayar       : Rp100.000
Kembalian   : Rp25.000

5. Riwayat Transaksi

Menampilkan transaksi yang sudah dilakukan.

6. Laporan

Misalnya:

Laporan Penjualan
Tanggal: 17 September 2026

Total Transaksi : 25
Total Penjualan : Rp2.750.000

Langkah 1 — Membuat Google Spreadsheet

Pertama, buat sebuah Google Spreadsheet baru.

Misalnya beri nama:

DATABASE KASIR TOKO

Kemudian buat beberapa sheet.

Contohnya:

BARANG
TRANSAKSI
DETAIL_TRANSAKSI
PENGGUNA

Struktur tersebut sebenarnya masih dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.


Langkah 2 — Membuat Sheet BARANG

Sheet BARANG digunakan untuk menyimpan seluruh data produk.

Buat kolom:

IDKode BarangNama BarangKategoriHarga BeliHarga JualStokSatuan
1BRG001Beras 5 KgSembako650007500020Sak
2BRG002Minyak 1 LSembako150001800030Botol
3BRG003Gula 1 KgSembako150001700025Kg

Kolom Kode Barang sebaiknya dibuat unik.

Misalnya:

BRG001
BRG002
BRG003

Kode inilah yang nantinya digunakan aplikasi untuk menemukan barang.


Langkah 3 — Membuat Sheet TRANSAKSI

Sheet ini menyimpan informasi utama setiap transaksi.

Contohnya:

ID TransaksiTanggalJamKasirTotalBayarKembalian
TRX00117/09/202616:20Admin7500010000025000

Satu baris mewakili satu transaksi.


Langkah 4 — Membuat Sheet DETAIL_TRANSAKSI

Sheet ini digunakan untuk menyimpan barang apa saja yang dibeli dalam suatu transaksi.

Contoh:

ID DetailID TransaksiKode BarangNama BarangHargaJumlahSubtotal
1TRX001BRG001Beras 5 Kg75000175000

Mengapa transaksi dan detail transaksi dipisahkan?

Karena satu transaksi dapat memiliki banyak barang.

Contohnya:

TRX001
 ├── Beras
 ├── Minyak
 ├── Gula
 └── Teh

Dengan memisahkan tabel transaksi dan detail transaksi, struktur database menjadi lebih rapi.


Langkah 5 — Membuka Apps Script

Dari Google Spreadsheet:

Extensions → Apps Script

Kemudian akan muncul editor Apps Script.

Hapus kode awal jika diperlukan.

Kita dapat membuat struktur program seperti:

Code.gs
index.html
style.html
script.html

Untuk aplikasi yang masih sederhana, sebenarnya cukup menggunakan:

Code.gs
index.html

Namun ketika aplikasi semakin besar, sebaiknya kode dipisahkan agar lebih mudah dirawat.


Langkah 6 — Membuat Fungsi doGet()

File Code.gs menjadi penghubung antara halaman aplikasi dengan Google Sheets.

Contoh konsep dasarnya:

function doGet() {
  return HtmlService.createTemplateFromFile('index')
    .evaluate()
    .setTitle('Aplikasi Kasir Toko');
}

Fungsi tersebut digunakan untuk menampilkan halaman HTML ketika Web App dibuka.


Langkah 7 — Membuat Tampilan Kasir

Selanjutnya kita membuat file:

index.html

Tampilan sederhananya dapat dibuat seperti:

+------------------------------------------------+
|              APLIKASI KASIR TOKO               |
+------------------------------------------------+
| Cari Barang : [________________] [Cari]        |
+------------------------------------------------+
| Kode | Nama Barang | Harga | Stok | Tambah     |
|------|-------------|-------|------|------------|
| 001  | Beras 5 Kg  |75000  | 20   | [+]        |
| 002  | Minyak 1 L  |18000  | 30   | [+]        |
+------------------------------------------------+

KERANJANG BELANJA

Beras 5 Kg       1 x Rp75.000 = Rp75.000
Minyak 1 L       2 x Rp18.000 = Rp36.000

-----------------------------------------------
TOTAL                         Rp111.000

Bayar : [Rp120.000]

Kembalian                    Rp9.000

             [ PROSES PEMBAYARAN ]

Tampilan tersebut merupakan bagian frontend aplikasi.


Langkah 8 — Mengambil Data Barang dari Google Sheets

Apps Script dapat membaca data dari Google Sheets.

Contoh konsepnya:

function getBarang() {
  const ss = SpreadsheetApp.getActiveSpreadsheet();
  const sheet = ss.getSheetByName('BARANG');

  const data = sheet.getDataRange().getValues();

  return data;
}

Kemudian JavaScript pada halaman HTML dapat meminta data tersebut melalui:

google.script.run
  .withSuccessHandler(function(data) {
    console.log(data);
  })
  .getBarang();

Alurnya:

HTML
  │
  │ meminta data
  ▼
Apps Script
  │
  │ membaca
  ▼
Google Sheets
  │
  │ mengembalikan data
  ▼
HTML

Langkah 9 — Membuat Keranjang Belanja

Ketika kasir memilih barang, barang tersebut dimasukkan ke keranjang.

Misalnya pelanggan membeli:

Beras 5 Kg
Minyak 1 L
Gula 1 Kg

Keranjang akan menjadi:

BarangHargaJumlahSubtotal
Beras 5 Kg75.000175.000
Minyak 1 L18.000236.000
Gula 1 Kg17.000117.000
Total128.000

Perhitungan sederhananya:

Subtotal = Harga × Jumlah

Sedangkan:

Total = Subtotal Barang 1
      + Subtotal Barang 2
      + Subtotal Barang 3

Langkah 10 — Membuat Perhitungan Pembayaran

Misalnya total belanja:

Rp128.000

Pelanggan memberikan:

Rp150.000

Maka:

Kembalian = Bayar - Total

Kembalian = 150.000 - 128.000
Kembalian = 22.000

Aplikasi dapat menampilkan:

TOTAL      : Rp128.000
PEMBAYARAN : Rp150.000
KEMBALIAN  : Rp22.000

Jika uang yang diberikan kurang:

Total      : Rp128.000
Bayar      : Rp100.000

maka aplikasi sebaiknya memberikan peringatan:

Uang pembayaran belum mencukupi.

Langkah 11 — Menyimpan Transaksi

Setelah tombol Bayar ditekan, aplikasi melakukan beberapa proses.

Pertama:

Membuat ID transaksi

Misalnya:

TRX-20260917-001

Kemudian menyimpan data utama ke sheet TRANSAKSI.

Contohnya:

TRX-20260917-001
17/09/2026
16:30
Admin
128000
150000
22000

Setelah itu aplikasi menyimpan setiap barang ke DETAIL_TRANSAKSI.


Langkah 12 — Mengurangi Stok Barang

Ini merupakan salah satu fungsi penting dalam aplikasi kasir.

Misalnya stok awal:

Beras = 20

Kemudian pelanggan membeli:

2

Maka stok baru:

20 - 2 = 18

Aplikasi harus melakukan proses tersebut setelah transaksi berhasil.

Alurnya:

Transaksi berhasil
       ↓
Simpan transaksi
       ↓
Simpan detail transaksi
       ↓
Kurangi stok
       ↓
Tampilkan transaksi berhasil

Langkah 13 — Membuat Nomor Transaksi Otomatis

Aplikasi kasir sebaiknya tidak menggunakan nomor transaksi yang diketik manual.

Contohnya:

TRX-20260917-001
TRX-20260917-002
TRX-20260917-003

Format dapat disesuaikan.

Tujuannya agar setiap transaksi mempunyai identitas yang berbeda.


Langkah 14 — Membuat Dashboard

Setelah sistem transaksi selesai, kita dapat membuat dashboard.

Misalnya:

========================================
          DASHBOARD KASIR
========================================

TRANSAKSI HARI INI
25

PENJUALAN HARI INI
Rp2.750.000

JUMLAH BARANG
425

STOK MENIPIS
8
========================================

Dashboard dapat mengambil data dari Google Sheets menggunakan Apps Script.


Langkah 15 — Membuat Laporan Penjualan

Aplikasi dapat menyediakan menu:

Laporan Penjualan

Contohnya:

TanggalTransaksiKasirTotal
17/09/2026TRX001AdminRp75.000
17/09/2026TRX002AdminRp125.000
17/09/2026TRX003BudiRp85.000

Kemudian dapat dibuat filter:

Tanggal Awal : 01/09/2026
Tanggal Akhir: 17/09/2026

[ TAMPILKAN ]

Sehingga pemilik toko dapat melihat penjualan berdasarkan periode tertentu.


Struktur Menu Aplikasi

Jika aplikasi dikembangkan lebih lanjut, struktur menunya dapat dibuat seperti berikut:

APLIKASI KASIR TOKO
│
├── Dashboard
│
├── Master Data
│   ├── Data Barang
│   ├── Kategori
│   └── Satuan
│
├── Transaksi
│   └── Kasir
│
├── Riwayat Transaksi
│
├── Laporan
│   ├── Penjualan Harian
│   ├── Penjualan Bulanan
│   └── Laporan Stok
│
└── Pengaturan
    ├── Pengguna
    └── Toko

Kelebihan Aplikasi Kasir Apps Script

Ada beberapa keuntungan menggunakan metode ini.

Gratis untuk belajar

Google Sheets dan Apps Script dapat menjadi pilihan untuk membuat prototype atau aplikasi sederhana tanpa harus langsung menyewa server.

Berbasis web

Aplikasi dapat diakses melalui browser.

Database mudah dipahami

Bagi pemula, Google Sheets relatif mudah digunakan sebagai tempat penyimpanan data.

Mudah dikembangkan

Aplikasi dapat ditambahkan fitur seperti:

  • Cetak struk.
  • Barcode scanner.
  • Login pengguna.
  • Hak akses admin dan kasir.
  • Laporan penjualan.
  • Manajemen stok.
  • Notifikasi.
  • Backup data.
  • Dashboard grafik.

Kekurangan yang Perlu Diperhatikan

Walaupun menarik untuk proyek kecil, Apps Script bukan berarti cocok untuk semua jenis toko.

Google Sheets sebagai database memiliki keterbatasan jika jumlah data dan pengguna sudah sangat besar.

Misalnya sebuah toko memiliki:

1–3 pengguna

dan transaksi masih relatif sedikit, sistem sederhana masih cukup masuk akal untuk dijadikan proyek.

Tetapi jika digunakan untuk jaringan toko dengan banyak kasir dan transaksi yang sangat besar, sebaiknya mempertimbangkan database yang memang dirancang untuk aplikasi produksi.


Tips Agar Aplikasi Kasir Tidak Mudah Bermasalah

Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sejak awal.

1. Gunakan ID unik

Jangan menjadikan nomor baris Google Sheets sebagai ID utama.

Lebih baik menggunakan ID seperti:

BRG-00001
TRX-20260917-001

2. Pisahkan data

Jangan menyimpan semua informasi dalam satu sheet.

Minimal pisahkan:

BARANG
TRANSAKSI
DETAIL_TRANSAKSI
PENGGUNA

3. Validasi stok

Sebelum transaksi disimpan, sistem harus mengecek:

Stok tersedia?
       │
   ┌───┴───┐
  Ya      Tidak
  │         │
Lanjut    Tolak

4. Validasi pembayaran

Jangan izinkan transaksi selesai jika:

Bayar < Total

5. Buat pencatatan error

Untuk aplikasi yang mulai besar, sebaiknya tersedia sistem log sehingga administrator dapat mengetahui jika terjadi kesalahan.


Alur Lengkap Aplikasi Kasir

Secara keseluruhan, alurnya dapat dibuat seperti berikut:

             MULAI
               │
               ▼
        Buka Aplikasi
               │
               ▼
          Login Kasir
               │
               ▼
       Tampilkan Halaman
            Kasir
               │
               ▼
        Cari/Pilih Barang
               │
               ▼
        Masukkan Jumlah
               │
               ▼
      Tambahkan Keranjang
               │
               ▼
        Hitung Subtotal
               │
               ▼
         Hitung Total
               │
               ▼
       Masukkan Pembayaran
               │
               ▼
       Bayar >= Total?
          /          \
       Tidak          Ya
        │              │
        ▼              ▼
     Peringatan     Simpan
                    Transaksi
                       │
                       ▼
                   Kurangi
                     Stok
                       │
                       ▼
                Hitung Kembalian
                       │
                       ▼
                  Cetak/Tampilkan
                     Struk
                       │
                       ▼
                     SELESAI

Pengembangan Lebih Lanjut

Setelah aplikasi kasir dasar berhasil dibuat, sistem dapat dikembangkan menjadi aplikasi yang lebih lengkap.

Contohnya:

Level 1

Data Barang
Transaksi
Stok
Laporan

Level 2

Login
Hak Akses
Cetak Struk
Dashboard
Laporan Periode

Level 3

Barcode
Manajemen Supplier
Pembelian Barang
Retur
Laba/Rugi
Notifikasi
Backup

Dengan demikian, Google Apps Script tidak hanya dapat digunakan untuk membuat form sederhana, tetapi juga dapat menjadi dasar untuk membuat aplikasi kasir toko berbasis web.

Kode GS dan Kode HTML Aplikasi Kasir Toko

Untuk membuat sebuah program aplikasi kasir toko sederhana, silakan gunakan (download) kode di bawah ini, dan Anda tinggal Deploy saja:

UNDUH CODE.GS

UNDUH KODE HTML

Kesimpulan

Membuat aplikasi kasir toko menggunakan Google Apps Script dapat menjadi proyek yang menarik bagi pemula yang ingin belajar membuat aplikasi berbasis web.

Kombinasi Google Sheets sebagai database, Apps Script sebagai backend, serta HTML, CSS, dan JavaScript sebagai frontend sudah cukup untuk membuat aplikasi kasir sederhana.

Kunci utamanya bukan langsung membuat program yang sangat kompleks, tetapi membangun sistem secara bertahap:

Data Barang → Keranjang → Transaksi → Pembayaran → Stok → Laporan.

Setelah alur dasar berhasil, fitur lain seperti login, barcode, cetak struk, dashboard, dan laporan dapat ditambahkan secara bertahap.

19 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *