Cara Membuat Sitemap di WordPress Tanpa Plugin dan Submit ke Google – Jika Anda baru membuat website WordPress, salah satu pengaturan SEO teknis yang sebaiknya diperhatikan adalah sitemap. Sitemap membantu mesin pencari menemukan URL penting yang terdapat di dalam website.
Kabar baiknya, Anda sebenarnya tidak selalu membutuhkan plugin tambahan untuk membuat sitemap WordPress. Pada WordPress modern, sitemap XML sudah tersedia secara otomatis melalui fitur bawaan WordPress.
Dalam artikel ini, kita akan membahas cara membuat sitemap di WordPress, cara menemukan URL sitemap, membuat sitemap dengan plugin SEO, hingga cara submit sitemap WordPress ke Google Search Console.
Apa Itu Sitemap WordPress?
Sitemap adalah file yang berisi daftar URL yang ingin dikenali oleh mesin pencari dari sebuah website.
Dalam konteks SEO, sitemap terutama membantu mesin pencari seperti Google menemukan halaman, artikel, kategori, atau jenis konten lain yang tersedia di website.
Google menjelaskan bahwa sitemap dapat membantu Google menemukan URL di sebuah situs. Namun, sitemap bukan jaminan bahwa seluruh URL akan langsung di-crawl atau diindeks.
Jadi, sitemap sebaiknya dipahami sebagai salah satu bagian dari SEO teknis, bukan sebagai cara instan agar artikel langsung muncul di Google.
Baca juga: Cara Pasang Ads.txt di Blogger untuk AdSense: Panduan Lengkap dan Mudah 2026
Apakah WordPress Sudah Memiliki Sitemap Otomatis?
Ya.
Sejak WordPress 5.5, WordPress memiliki sistem sitemap XML bawaan. Sitemap utama tersebut dapat ditemukan melalui alamat:
https://domainanda.com/wp-sitemap.xml
WordPress menjelaskan bahwa /wp-sitemap.xml merupakan sitemap index yang mengarah ke sitemap-sitemap lain sesuai dengan konten yang tersedia pada website.
Artinya, pemilik website WordPress pada dasarnya tidak perlu memasang plugin khusus hanya untuk membuat sitemap.
Cara Membuat Sitemap di WordPress Tanpa Plugin
Cara ini merupakan metode paling sederhana karena memanfaatkan sitemap bawaan WordPress.
1. Pastikan website menggunakan WordPress versi modern
Sitemap bawaan tersedia pada WordPress 5.5 dan versi setelahnya.
Jika website menggunakan WordPress versi terbaru, Anda dapat langsung mencoba alamat sitemap bawaan.
2. Tambahkan /wp-sitemap.xml
Buka browser kemudian masukkan:
https://domainanda.com/wp-sitemap.xml
Ganti domainanda.com dengan alamat website Anda.
Contohnya:
https://www.contohwebsite.com/wp-sitemap.xml
Jika sitemap aktif, browser akan menampilkan XML sitemap atau sitemap index.
3. Periksa isi sitemap
Sitemap index dapat mengarah ke beberapa sitemap lain.
Misalnya, website dapat mempunyai sitemap yang berhubungan dengan posting, halaman, kategori, atau jenis konten lainnya.
Hal ini memungkinkan mesin pencari memahami struktur URL yang tersedia pada website.
Apakah Sitemap WordPress Harus Dibuat Manual?
Tidak harus.
Untuk website WordPress modern, sitemap bawaan sudah dibuat secara otomatis.
Inilah salah satu perubahan penting sejak WordPress 5.5. Fitur tersebut membuat pengguna tidak perlu membuat file sitemap.xml secara manual hanya agar website memiliki sitemap.
Karena itu, jika tujuan Anda hanya membuat sitemap dasar, menggunakan fitur bawaan WordPress sudah cukup.
Cara Membuat Sitemap WordPress dengan Yoast SEO
Jika Anda menggunakan Yoast SEO, plugin tersebut juga memiliki sistem XML sitemap sendiri.
Menurut dokumentasi Yoast, sitemap XML dapat diaktifkan melalui:
Yoast SEO → Settings → Site features → XML sitemaps
Setelah fitur aktif, Anda dapat melihat sitemap melalui tombol untuk melihat XML sitemap. Yoast juga memperbarui sitemap secara otomatis ketika konten ditambahkan atau dihapus.
Pada konfigurasi Yoast SEO, alamat sitemap yang umum digunakan adalah:
https://domainanda.com/sitemap_index.xml
Mengapa menggunakan plugin SEO?
Plugin SEO memberikan kontrol tambahan terhadap konten yang ingin dimasukkan atau dikeluarkan dari sitemap.
Sebagai contoh, Yoast menjelaskan bahwa jenis konten yang ditandai noindex tidak akan dimasukkan ke sitemap.
Dengan demikian, sitemap dapat lebih terarah pada konten yang memang ingin ditemukan mesin pencari.
Cara Membuat Sitemap dengan Rank Math
Rank Math juga menyediakan fitur XML sitemap.
Setelah Rank Math aktif dan sitemap dikonfigurasi, sitemap umumnya tersedia melalui:
https://domainanda.com/sitemap_index.xml
Rank Math juga menyediakan berbagai pengaturan sitemap untuk mengatur URL dan jenis konten yang dimasukkan ke dalam sitemap.
Jika Anda sudah menggunakan Rank Math untuk SEO, biasanya tidak perlu memasang plugin sitemap tambahan.
Jangan Menggunakan Banyak Plugin Sitemap Sekaligus
Ini merupakan hal yang sering membingungkan pemilik website WordPress.
Misalnya Anda sudah menggunakan Yoast SEO atau Rank Math, kemudian memasang plugin sitemap lain hanya karena ingin membuat sitemap.
Sebaiknya hindari konfigurasi yang membuat beberapa sistem sitemap saling bertabrakan.
Fokuslah pada satu sitemap utama yang benar-benar digunakan oleh website.
Untuk mengetahui sitemap yang aktif, Anda dapat mencoba beberapa alamat umum:
/wp-sitemap.xml— sitemap bawaan WordPress/sitemap_index.xml— umum digunakan oleh Yoast SEO dan Rank Math/sitemap.xml— digunakan oleh beberapa plugin SEO lainnya
Yang terpenting bukan nama URL-nya, melainkan sitemap mana yang benar-benar aktif dan berisi URL website Anda.
Cara Mengetahui Sitemap WordPress yang Aktif
Jika Anda tidak yakin sitemap mana yang digunakan, lakukan pemeriksaan sederhana.
Langkah 1
Coba buka:
domainanda.com/wp-sitemap.xml
Langkah 2
Jika tidak sesuai, coba:
domainanda.com/sitemap_index.xml
Langkah 3
Periksa juga:
domainanda.com/sitemap.xml
Anda juga dapat membuka:
domainanda.com/robots.txt
Pada banyak konfigurasi WordPress dan plugin SEO, terdapat baris Sitemap: yang menunjukkan alamat sitemap yang digunakan.
Cara Submit Sitemap WordPress ke Google Search Console
Setelah sitemap tersedia, langkah berikutnya adalah memberi tahu Google mengenai lokasi sitemap tersebut.
Anda dapat melakukannya melalui Google Search Console.
1. Buka Google Search Console
Masuk ke akun Google yang digunakan untuk mengelola website.
Pastikan properti atau website yang ingin dikelola sudah ditambahkan dan diverifikasi.
2. Pilih menu Sitemaps
Di Google Search Console, buka bagian Sitemaps.
Anda akan menemukan bagian untuk menambahkan sitemap baru.
3. Masukkan alamat sitemap
Masukkan alamat sitemap yang aktif.
Misalnya:
sitemap_index.xml
atau:
wp-sitemap.xml
Kemudian kirim sitemap tersebut.
4. Periksa status sitemap
Setelah dikirim, perhatikan status pemrosesan sitemap.
Jika sitemap berhasil diproses, Google dapat menggunakan informasi tersebut untuk membantu menemukan URL yang tercantum di dalamnya.
Google menjelaskan bahwa sitemap sangat berguna untuk membantu penemuan URL, khususnya ketika sebuah website mempunyai banyak URL atau baru diluncurkan.
Apakah Submit Sitemap Membuat Artikel Langsung Terindeks Google?
Tidak.
Ini salah satu kesalahpahaman yang cukup sering terjadi.
Mengirim sitemap tidak berarti Google wajib mengindeks semua URL yang terdapat di dalam sitemap.
Google secara resmi menjelaskan bahwa sitemap dapat membantu Google menemukan dan memahami URL website, tetapi tidak menjamin URL tersebut akan di-crawl atau diindeks. Sitemap juga bukan jaminan peningkatan ranking.
Karena itu, jika sebuah artikel belum masuk Google setelah sitemap dikirim, jangan langsung menyimpulkan bahwa sitemap rusak.
Periksa juga faktor lain seperti:
- apakah halaman dapat diakses Googlebot;
- apakah halaman menggunakan
noindex; - apakah URL merupakan URL kanonis;
- apakah terdapat masalah redirect;
- apakah kontennya memiliki nilai yang cukup;
- apakah halaman memiliki tautan internal;
- apakah website memiliki masalah teknis.
Apa Saja yang Sebaiknya Masuk Sitemap?
Secara umum, sitemap sebaiknya berisi URL yang memang ingin Anda temukan dan indekskan di mesin pencari.
Contohnya:
- artikel utama;
- halaman penting;
- halaman produk;
- kategori yang memang memiliki nilai pencarian;
- jenis konten lain yang memang ingin ditampilkan di hasil pencarian.
Sebaliknya, URL yang tidak seharusnya diindeks sebaiknya tidak menjadi bagian dari sitemap.
Google menyarankan sitemap digunakan untuk URL kanonis yang ingin ditampilkan dalam hasil penelusuran.
Sitemap XML vs Sitemap HTML
Sitemap juga sering dibahas dalam dua bentuk, yaitu XML dan HTML.
Sitemap XML
Sitemap XML terutama ditujukan untuk membantu mesin pencari menemukan URL website.
Contohnya:
wp-sitemap.xml
atau:
sitemap_index.xml
Sitemap HTML
Sitemap HTML merupakan halaman website yang dapat dibaca oleh manusia dan berisi kumpulan tautan menuju bagian-bagian website.
Keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
Untuk kebutuhan Google Search Console dan penemuan URL oleh mesin pencari, sitemap XML adalah jenis yang paling umum digunakan.
Batas Jumlah URL dalam Sitemap
Google menetapkan batas teknis untuk sitemap. Satu file sitemap dapat memuat maksimal 50.000 URL atau berukuran maksimal 50 MB jika belum dikompresi. Website dengan jumlah URL yang lebih besar dapat menggunakan beberapa sitemap yang dikelompokkan melalui sitemap index.
Untuk blog WordPress biasa, batas tersebut biasanya tidak menjadi masalah.
Cara Mengecek Apakah Sitemap WordPress Berfungsi
Setelah membuat sitemap, lakukan beberapa pemeriksaan sederhana.
1. Buka URL sitemap
Pastikan URL sitemap dapat dibuka.
2. Pastikan bukan halaman 404
Jika muncul pesan 404, periksa kembali konfigurasi WordPress atau plugin SEO.
3. Periksa URL di dalam sitemap
Pastikan URL yang tercantum merupakan URL website yang benar.
4. Pastikan menggunakan domain yang benar
Misalnya, jangan sampai sitemap berisi URL HTTP sementara website menggunakan HTTPS.
5. Periksa Google Search Console
Setelah sitemap dikirim, lihat statusnya di menu Sitemaps.
Sitemap Tidak Muncul di WordPress, Apa Penyebabnya?
Ada beberapa kemungkinan.
Website masih menggunakan pengaturan yang mencegah mesin pencari
Periksa pengaturan WordPress di:
Settings → Reading
Pastikan website tidak disetel untuk meminta mesin pencari agar tidak mengindeks situs.
Terjadi konflik plugin
Jika beberapa plugin memiliki fungsi sitemap yang sama, konfigurasi dapat menjadi membingungkan atau menimbulkan konflik.
Permalink bermasalah
Dalam beberapa kasus, menyimpan kembali pengaturan permalink dapat membantu WordPress memperbarui aturan URL.
Cache belum diperbarui
Jika website menggunakan plugin cache atau cache server, perubahan konfigurasi sitemap mungkin belum langsung terlihat.
Apakah Sitemap Penting untuk SEO?
Sitemap merupakan salah satu bagian dari SEO teknis yang membantu mesin pencari menemukan URL.
Namun, jangan menganggap sitemap sebagai faktor yang secara otomatis membuat artikel mendapatkan ranking tinggi.
Google menegaskan bahwa sitemap membantu proses penemuan URL, tetapi tidak menjamin indexing maupun peningkatan ranking.
Karena itu, sitemap sebaiknya digunakan bersama strategi SEO lainnya, seperti:
- membuat konten yang bermanfaat;
- menggunakan struktur website yang jelas;
- membangun internal link;
- menggunakan URL kanonis dengan benar;
- memastikan website dapat dirayapi;
- menghindari halaman duplikat;
- menjaga performa website;
- melakukan monitoring melalui Google Search Console.
Kesimpulan
Cara membuat sitemap di WordPress sebenarnya cukup mudah. Pada WordPress modern, Anda bahkan tidak perlu memasang plugin tambahan karena sitemap sudah tersedia secara otomatis melalui fitur bawaan.
Untuk mengeceknya, buka:
https://domainanda.com/wp-sitemap.xml
Jika menggunakan plugin SEO seperti Yoast SEO atau Rank Math, sitemap dapat menggunakan alamat yang berbeda, misalnya:
https://domainanda.com/sitemap_index.xml
Setelah mengetahui sitemap yang aktif, Anda dapat mengirimkannya melalui Google Search Console agar Google lebih mudah menemukan URL website.
Yang perlu diingat, sitemap bukan jaminan artikel langsung terindeks atau mendapatkan ranking tinggi di Google. Sitemap hanya merupakan salah satu bagian dari keseluruhan strategi SEO dan pengelolaan website.
FAQ Cara Membuat Sitemap WordPress
Apakah WordPress otomatis membuat sitemap?
Ya. WordPress 5.5 dan versi setelahnya memiliki sitemap XML bawaan yang dapat diakses melalui /wp-sitemap.xml.
Apakah membuat sitemap harus menggunakan plugin?
Tidak. Sitemap bawaan WordPress sudah dapat digunakan tanpa plugin tambahan.
Apa URL sitemap WordPress?
Pada sitemap bawaan WordPress, alamat utamanya adalah /wp-sitemap.xml. Plugin SEO tertentu dapat menggunakan alamat berbeda.
Apakah sitemap harus dikirim ke Google Search Console?
Mengirim sitemap ke Search Console dapat membantu Google menemukan URL website, terutama pada website baru atau website dengan banyak URL.
Apakah sitemap menjamin artikel masuk Google?
Tidak. Google menyatakan bahwa sitemap tidak menjamin URL akan di-crawl atau diindeks.