Edu Teknoid Software Download Musik Backsound Gratis: 7 Situs Royalty Free untuk YouTube & Konten

Download Musik Backsound Gratis: 7 Situs Royalty Free untuk YouTube & Konten

Download Musik Backsound Gratis 7 Situs Royalty Free untuk YouTube & Konten

Download Musik Backsound Gratis: 7 Situs Royalty Free untuk YouTube & Konten – Mencari musik backsound gratis untuk video tidak selalu mudah. Selain memilih lagu yang sesuai dengan suasana konten, pembuat video juga perlu memperhatikan hak cipta dan aturan penggunaan musik tersebut.

Kabar baiknya, sekarang tersedia berbagai situs yang menyediakan musik backsound gratis dengan lisensi yang dapat digunakan untuk video, podcast, media sosial, maupun proyek lainnya.

Namun, istilah royalty free, copyright-free, dan gratis memiliki arti yang berbeda. Karena itu, pengguna tetap perlu membaca ketentuan lisensi sebelum memasukkan sebuah lagu ke dalam video.

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan beberapa situs resmi untuk mencari dan mengunduh musik backsound gratis, sekaligus penjelasan mengenai aturan penggunaannya.

Apa Itu Musik Backsound Gratis?

Musik backsound merupakan musik yang digunakan sebagai latar belakang sebuah konten, seperti video YouTube, video pembelajaran, podcast, presentasi, film pendek, atau konten media sosial.

Sementara itu, musik gratis tidak otomatis berarti musik tersebut bebas dari hak cipta.

Sebagai contoh, Free Music Archive menjelaskan bahwa banyak musik di platform mereka menggunakan lisensi Creative Commons. Setiap lisensi memiliki ketentuan berbeda mengenai atribusi, penggunaan komersial, modifikasi, dan distribusi.

Oleh sebab itu, sebelum menggunakan sebuah lagu, periksa lisensi yang tercantum pada halaman track.

Baca juga:

7 Situs Download Musik Backsound Gratis

Berikut beberapa situs yang dapat digunakan untuk mencari musik latar secara legal. Saya prioritaskan situs yang menyediakan informasi lisensi secara jelas.

1. YouTube Audio Library

YouTube Audio Library

YouTube menyediakan Audio Library di dalam YouTube Studio. Koleksi tersebut berisi musik produksi dan sound effects yang dapat digunakan untuk video.

Google menjelaskan bahwa musik dan efek suara yang tersedia di Audio Library merupakan materi yang copyright-safe. Pengguna juga dapat mencari lagu berdasarkan judul, artis, genre, mood, atribusi, dan durasi.

Karena itu, YouTube Audio Library cocok untuk:

  • video YouTube;
  • video edukasi;
  • vlog;
  • tutorial;
  • konten kreator;
  • video presentasi.

Beberapa track memiliki persyaratan atribusi, sedangkan track lainnya tidak. Jadi, perhatikan informasi lisensi pada masing-masing lagu sebelum menggunakannya.

Kelebihan:

  • Gratis.
  • Berasal dari ekosistem YouTube.
  • Tersedia filter pencarian.
  • Cocok untuk kreator YouTube.

2. Pixabay Music

Pixabay Music

Pixabay menyediakan koleksi musik dan audio yang dapat digunakan dalam berbagai proyek kreatif.

Menurut FAQ resmi Pixabay, musik dapat digunakan dalam proyek komersial maupun nonkomersial selama pengguna mengikuti ketentuan Pixabay Content License. Musik juga dapat digunakan sebagai bagian dari video, podcast, audiobook, dan proyek kreatif lainnya.

Namun, terdapat batasan penting.

Pengguna tidak boleh mengambil musik kemudian mendistribusikannya kembali sebagai file musik mandiri seolah-olah menjadi produk sendiri. Pixabay menjelaskan bahwa musik harus menjadi bagian dari karya kreatif yang lebih besar.

Kelebihan:

  • Koleksi musik cukup beragam.
  • Cocok untuk video.
  • Bisa digunakan untuk proyek komersial sesuai lisensi.
  • Tidak selalu membutuhkan atribusi.

Catatan: Simpan bukti download dan informasi lisensi. Pixabay sendiri menyarankan pengguna menyimpan link track, nama file, serta informasi lisensi sebagai bukti penggunaan yang diizinkan.


3. Mixkit

Mixkit Free Stock Music

Mixkit menjadi pilihan menarik bagi kreator yang membutuhkan musik latar secara gratis.

Mixkit menyediakan musik stock gratis untuk berbagai kebutuhan, termasuk video YouTube, blog, website, podcast, media sosial, dan iklan online. Situs tersebut juga menyatakan bahwa pengguna tidak perlu memberikan atribusi untuk musik yang tersedia dalam koleksi tersebut.

Namun, lisensi Mixkit memiliki beberapa batasan.

Musik dengan Free Music License dapat digunakan dalam proyek komersial maupun nonkomersial. Akan tetapi, lisensinya tidak mengizinkan penggunaan tertentu, seperti distribusi dalam CD/DVD, video game, serta siaran TV atau radio.

Karena itu, selalu periksa lisensi sebelum menggunakan track untuk proyek tertentu.

Cocok untuk:

  • YouTube;
  • Instagram;
  • TikTok;
  • podcast;
  • iklan online;
  • video pembelajaran;
  • website.

4. Free Music Archive

Free Music Archive

Free Music Archive atau FMA menyediakan koleksi musik dari berbagai kreator independen.

Platform ini menarik karena menggunakan berbagai lisensi, termasuk Creative Commons.

Artinya, pengguna perlu membaca lisensi setiap lagu. Jangan menganggap semua musik di FMA memiliki izin penggunaan yang sama.

Misalnya, lisensi CC BY memungkinkan penggunaan komersial selama pengguna memberikan atribusi kepada pencipta. Sementara itu, lisensi CC BY-NC membatasi penggunaan untuk tujuan nonkomersial.

Ada pula lisensi CC0 yang memberikan kebebasan penggunaan lebih luas. Namun, pengguna tetap sebaiknya memeriksa informasi pada halaman track sebelum memasukkannya ke proyek.

Kelebihan FMA:

  • Banyak genre.
  • Banyak karya independen.
  • Informasi lisensi tersedia.
  • Cocok untuk eksplorasi musik yang tidak terlalu mainstream.

5. Uppbeat

Uppbeat Music

Uppbeat menyediakan musik royalty-free dari musisi dan produser independen.

Platform ini memiliki koleksi berdasarkan kategori seperti beats, gaming, chill, travel, cinematic, learning, dan berbagai suasana lainnya.

Uppbeat juga menyediakan paket gratis. Namun, pengguna gratis tetap harus mengikuti lisensi yang berlaku, termasuk ketentuan credit pada penggunaan tertentu. Perjanjian pengguna Uppbeat menjelaskan bahwa pengguna mendapatkan lisensi sesuai paket dan ketentuan yang berlaku ketika mengunduh sebuah konten.

Kelebihan:

  • Koleksi modern.
  • Banyak musik untuk konten kreator.
  • Pencarian berdasarkan mood dan kategori.
  • Tersedia pilihan gratis.

Sebelum menggunakan track, periksa kembali lisensi yang berlaku pada saat download.


6. Bensound

Bensound Free Music

Bensound menyediakan musik gratis melalui skema lisensi tertentu.

Pada Free License with Attribution, pengguna dapat memakai track dari bagian Free Music untuk video online yang dapat diakses secara gratis, dengan ketentuan memberikan atribusi sesuai instruksi Bensound.

Jadi, Bensound dapat menjadi pilihan untuk video YouTube atau proyek tertentu. Akan tetapi, pengguna harus memperhatikan batasan lisensi karena tidak semua kebutuhan proyek masuk ke kategori gratis.

Cocok untuk:

  • video online;
  • konten edukasi tertentu;
  • video YouTube;
  • proyek kreatif sesuai ketentuan lisensi.

Jika ingin menggunakan musik untuk iklan, proyek komersial tertentu, atau kebutuhan profesional, periksa jenis lisensi yang diperlukan.


7. Koleksi musik Creative Commons

Selain situs khusus musik, Anda juga dapat menemukan karya berlisensi Creative Commons.

Namun, Creative Commons bukan berarti semua musik bebas digunakan tanpa aturan.

Setiap jenis lisensi memiliki ketentuan berbeda.

Contohnya:

LisensiGambaran umum
CC BYBoleh digunakan dengan atribusi
CC BY-SABoleh digunakan dengan atribusi dan ketentuan ShareAlike
CC BY-NCHanya untuk penggunaan nonkomersial
CC BY-NDTidak boleh membuat karya turunan
CC0Pencipta melepaskan hak sejauh yang diperbolehkan

Free Music Archive menjelaskan perbedaan tersebut dalam panduan lisensinya.

Dengan demikian, jangan hanya melihat tulisan “Creative Commons”. Periksa kode lisensinya secara lengkap.

Perbedaan Royalty Free dan Copyright Free

Bagian ini penting karena banyak pengguna menganggap kedua istilah tersebut sama.

Royalty-free tidak berarti musik tersebut tidak memiliki hak cipta.

Istilah tersebut biasanya mengacu pada model lisensi yang memungkinkan pengguna memakai musik berdasarkan ketentuan tertentu tanpa membayar royalti berulang untuk setiap penggunaan.

Sebaliknya, istilah copyright-free sering digunakan secara informal untuk menggambarkan musik yang dapat digunakan tanpa klaim hak cipta tertentu. Namun, istilah tersebut dapat menimbulkan salah pengertian.

Karena itu, lebih aman melihat lisensi asli dari track daripada hanya mengandalkan label “copyright free”.

Mixkit, misalnya, menjelaskan bahwa royalty-free music dan copyright-free music bukanlah hal yang sama.

Apakah Musik Gratis Bisa Dipakai untuk YouTube?

Bisa, tetapi jawabannya bergantung pada lisensi masing-masing track.

YouTube sendiri menyediakan Audio Library yang berisi musik dan sound effects yang dapat digunakan kreator. Google menyebutkan bahwa materi dari YouTube Audio Library merupakan copyright-safe.

Sementara itu, jika Anda mengambil musik dari Pixabay, Mixkit, FMA, Bensound, atau Uppbeat, periksa aturan situs masing-masing.

Dengan demikian, jangan hanya melihat judul artikel yang menyebut “bebas copyright”. Selalu periksa sumber asli musik.

Apakah Musik Royalty Free Bisa Dipakai untuk Monetisasi?

Tidak selalu.

Beberapa platform memang mengizinkan penggunaan komersial, sedangkan platform lain memberikan izin terbatas.

Sebagai contoh, Pixabay memperbolehkan penggunaan musik dalam proyek komersial selama musik menjadi bagian dari karya kreatif yang lebih besar dan pengguna mengikuti lisensinya.

Mixkit juga mengizinkan penggunaan musik dalam proyek komersial dan nonkomersial, tetapi tetap menerapkan beberapa pembatasan penggunaan.

Sebaliknya, beberapa track Creative Commons memiliki label NC atau NonCommercial, sehingga pengguna tidak boleh memakainya untuk tujuan komersial.

Oleh karena itu, jika video akan dimonetisasi, periksa bagian Commercial Use atau ketentuan lisensi sebelum menggunakan musik.

Cara Menghindari Masalah Copyright Musik

Agar lebih aman, lakukan beberapa langkah berikut.

1. Download dari situs resmi

Gunakan link asli dari penyedia musik.

Hindari mendapatkan file melalui situs mirror yang tidak jelas sumbernya.

2. Baca lisensi track

Jangan berhenti pada keterangan “Free”.

Cari informasi tentang:

  • commercial use;
  • attribution;
  • modification;
  • redistribution;
  • monetization;
  • Content ID;
  • platform restrictions.

3. Simpan bukti download

Simpan:

  • nama track;
  • nama pencipta;
  • URL;
  • tanggal download;
  • screenshot lisensi;
  • file lisensi jika tersedia.

Langkah tersebut sangat berguna apabila platform kemudian memberikan klaim otomatis.

Pixabay secara khusus menyarankan pengguna menyimpan informasi download dan lisensi sebagai bukti penggunaan.

4. Cantumkan kredit jika diwajibkan

Jika lisensi meminta atribusi, masukkan credit sesuai format yang diberikan.

Jangan menghapus nama pencipta apabila lisensinya mensyaratkan atribusi.

5. Jangan menjual ulang file musik secara terpisah

Sebagian besar lisensi gratis memberikan izin untuk memasukkan musik ke dalam karya yang lebih besar, bukan menjual atau mendistribusikan ulang file musik sebagai produk mandiri.

Pixabay dan Mixkit sama-sama memiliki ketentuan mengenai pembatasan distribusi musik secara standalone.

Situs Mana yang Cocok untuk Kebutuhan Anda?

Gunakan tabel berikut sebagai panduan awal:

SitusGratisKomersial*AtribusiCocok untuk
YouTube Audio LibraryYaTergantung trackTergantung trackYouTube
Pixabay MusicYaYa, sesuai lisensiUmumnya tidak wajibVideo & podcast
MixkitYaYa, dengan batasanTidak wajibVideo & sosial media
Free Music ArchiveYaTergantung lisensiSering diperlukanProyek kreatif
UppbeatAda paket gratisTergantung paket/lisensiIkuti lisensiContent creator
BensoundAdaTerbatas pada Free LicenseWajib untuk free track tertentuVideo online

*Selalu periksa lisensi track yang Anda download karena ketentuan dapat berbeda antarplatform dan bahkan antartrack.

Tips Memilih Musik Backsound untuk Video

Selain urusan lisensi, pilih musik yang sesuai dengan karakter konten.

Untuk video tutorial, misalnya, musik instrumental yang tenang biasanya lebih nyaman daripada lagu dengan vokal yang dominan.

Sementara itu, video promosi dapat menggunakan musik dengan tempo lebih dinamis agar energinya sesuai dengan visual.

Berikut beberapa kategori yang bisa digunakan saat mencari:

  • Cinematic untuk video dramatis.
  • Corporate untuk presentasi atau bisnis.
  • Acoustic untuk vlog.
  • Lo-fi untuk konten santai.
  • Upbeat untuk video promosi.
  • Ambient untuk tutorial dan pembelajaran.
  • Epic untuk trailer atau dokumentasi.
  • Piano untuk konten emosional.

Dengan memilih musik berdasarkan suasana, backsound akan mendukung cerita tanpa mengganggu pesan utama video.

Kesimpulan

Mencari download musik backsound gratis sekarang jauh lebih mudah karena banyak platform menyediakan koleksi musik dengan lisensi yang dapat digunakan untuk berbagai proyek.

Beberapa pilihan yang bisa Anda cek antara lain YouTube Audio Library, Pixabay Music, Mixkit, Free Music Archive, Uppbeat, dan Bensound.

Namun, jangan langsung menganggap semua musik gratis sebagai musik yang bebas digunakan untuk keperluan apa pun. Setiap platform memiliki aturan berbeda. Bahkan dalam satu platform, ketentuan dapat berbeda dari satu track ke track lainnya.

Karena itu, langkah paling aman adalah download dari sumber resmi, baca lisensi, simpan bukti penggunaan, dan berikan atribusi jika diwajibkan.

Dengan kebiasaan tersebut, Anda dapat menemukan musik backsound gratis sekaligus mengurangi risiko masalah hak cipta pada konten yang dibuat.

9 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *