Edu Teknoid Biologi Materi Zat dan Perubahannya Kelas 7: Wujud, Perubahan Fisika-Kimia, dan Kerapatan

Materi Zat dan Perubahannya Kelas 7: Wujud, Perubahan Fisika-Kimia, dan Kerapatan

Materi Zat dan Perubahannya Kelas 7 Wujud, Perubahan Fisika-Kimia, dan Kerapatan

Materi Zat dan Perubahannya Kelas 7: Wujud, Perubahan Fisika-Kimia, dan Kerapatan –Materi zat dan perubahannya kelas 7 merupakan salah satu pembahasan penting dalam mata pelajaran IPA SMP. Materi ini membantu peserta didik memahami berbagai benda di sekitar, mulai dari air, es, udara, logam, kayu, hingga bahan makanan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebenarnya sering melihat perubahan zat. Es batu yang dibiarkan di luar freezer akan mencair. Air yang dipanaskan dapat berubah menjadi uap. Besi yang terkena kondisi tertentu dapat berkarat. Kayu yang dibakar juga mengalami perubahan yang menghasilkan zat berbeda.

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan zat? Mengapa zat dapat berubah? Apa perbedaan perubahan fisika dan perubahan kimia?

Artikel ini membahas materi Zat dan Perubahannya kelas 7 secara lengkap dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami siswa SMP.

Baca juga: Materi IPA SMP Kelas 7, 8, dan 9 Kurikulum Merdeka Lengkap

Apa Itu Zat?

Materi Zat dan Perubahannya Kelas 7 Wujud, Perubahan Fisika-Kimia, dan Kerapatan

Zat atau materi adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Dalam pembelajaran IPA, materi dapat diamati berdasarkan sifat, wujud, susunan partikel, serta perubahan yang dialaminya.

Contoh zat yang mudah ditemukan sehari-hari antara lain:

  • air;
  • es;
  • udara;
  • kayu;
  • besi;
  • minyak;
  • garam;
  • gula;
  • batu;
  • plastik.

Setiap zat mempunyai karakteristik tertentu. Air, misalnya, mempunyai sifat yang berbeda dengan minyak. Besi mempunyai sifat yang berbeda dengan kayu.

Perbedaan tersebut dapat dipelajari melalui sifat fisika dan sifat kimia.

Wujud Zat

Secara umum, zat yang dipelajari pada tingkat SMP dapat ditemukan dalam tiga wujud utama, yaitu:

  1. zat padat;
  2. zat cair;
  3. gas.

Perbedaan ketiganya dapat dijelaskan menggunakan model partikel. Partikel penyusun zat selalu bergerak, tetapi susunan dan jarak antarpartikelnya berbeda pada setiap wujud. Konsep tersebut menjadi bagian penting dalam pembelajaran Zat dan Perubahannya kelas VII.

1. Zat Padat

Zat padat mempunyai bentuk dan volume yang relatif tetap.

Contohnya:

  • batu;
  • kayu;
  • meja;
  • besi;
  • es batu.

Partikel pada zat padat tersusun relatif rapat. Gerakan partikelnya terutama berupa getaran di sekitar posisi tertentu.

Itulah sebabnya sebuah batu tidak langsung mengikuti bentuk wadah ketika dipindahkan.

2. Zat Cair

Zat cair mempunyai volume tertentu, tetapi bentuknya mengikuti wadah yang ditempatinya.

Contohnya:

  • air;
  • minyak;
  • susu;
  • sirup.

Partikel dalam zat cair masih berdekatan, tetapi mempunyai kebebasan bergerak lebih besar dibandingkan partikel pada zat padat.

Karena itu, air yang dituangkan ke dalam gelas akan mengikuti bentuk bagian dalam gelas.

3. Gas

Gas tidak mempunyai bentuk dan volume tetap. Gas akan mengisi ruang yang tersedia.

Contohnya:

  • udara;
  • uap air;
  • oksigen;
  • karbon dioksida.

Jarak antarpartikel gas relatif jauh sehingga gas lebih mudah dimampatkan dibandingkan zat padat dan cair.

Tabel Perbedaan Wujud Zat

WujudBentukVolumeSusunan Partikel
PadatTetapTetapSangat rapat
CairMengikuti wadahTetapRelatif berdekatan
GasMengikuti ruangMengikuti ruangRelatif berjauhan

Dengan memahami susunan partikel, siswa tidak hanya menghafal ciri-ciri zat, tetapi juga dapat menjelaskan mengapa zat padat, cair, dan gas mempunyai sifat yang berbeda.

Perubahan Wujud Zat

Zat dapat mengalami perubahan wujud. Perubahan ini dapat terjadi karena adanya perpindahan energi, terutama ketika zat menerima atau melepaskan kalor.

Dalam pembelajaran kelas 7, terdapat enam perubahan wujud yang perlu dipahami:

  1. mencair atau meleleh;
  2. membeku;
  3. menguap;
  4. mengembun;
  5. menyublim;
  6. mengkristal atau deposisi.

1. Mencair atau Meleleh

Mencair adalah perubahan wujud dari padat menjadi cair.

Contoh:

  • es batu menjadi air;
  • mentega meleleh ketika dipanaskan;
  • cokelat meleleh ketika terkena panas.

Ketika zat padat menerima energi panas yang cukup, gerakan partikelnya meningkat sehingga susunan partikel dapat berubah.

2. Membeku

Membeku adalah perubahan wujud dari cair menjadi padat.

Contohnya adalah air yang dimasukkan ke dalam freezer kemudian berubah menjadi es.

Dalam proses ini, zat melepaskan energi panas ke lingkungan.

3. Menguap

Menguap adalah perubahan wujud dari cair menjadi gas.

Contohnya:

  • air yang mengering dari pakaian;
  • air yang dipanaskan menghasilkan uap;
  • parfum yang aromanya menyebar ke udara.

Menguap tidak selalu harus terjadi melalui proses mendidih. Penguapan dapat berlangsung pada permukaan cairan.

4. Mengembun

Mengembun adalah perubahan wujud dari gas menjadi cair.

Contoh yang mudah diamati adalah munculnya titik-titik air pada bagian luar gelas yang berisi minuman dingin.

Uap air di udara mengalami pendinginan ketika bersentuhan dengan permukaan yang lebih dingin sehingga berubah menjadi titik-titik air.

5. Menyublim

Menyublim adalah perubahan wujud dari padat langsung menjadi gas.

Contohnya dapat ditemukan pada beberapa bahan tertentu yang dapat berubah menjadi gas tanpa melalui fase cair.

6. Mengkristal

Mengkristal atau deposisi merupakan perubahan wujud dari gas langsung menjadi padat.

Jadi, arah perubahan wujud dapat diringkas sebagai berikut:

Padat → Cair → Gas

dan sebaliknya:

Gas → Cair → Padat

Sementara itu, ada perubahan langsung:

Padat → Gas = menyublim

Gas → Padat = mengkristal/deposisi

Buku IPA kelas VII juga menempatkan perubahan wujud sebagai salah satu bagian utama dalam bab Zat dan Perubahannya.

Apa Itu Sifat Fisika?

Sifat fisika adalah karakteristik suatu zat yang dapat diamati atau diukur tanpa mengubah identitas kimianya.

Contohnya:

  • warna;
  • massa;
  • volume;
  • massa jenis;
  • titik leleh;
  • titik didih;
  • kekerasan;
  • kelarutan;
  • daya hantar listrik.

Sebagai contoh, air mempunyai titik beku dan titik didih tertentu. Ketika air membeku menjadi es, zat tersebut tetap berupa H₂O. Yang berubah adalah keadaan fisiknya.

Konsep sifat fisika dan perubahan fisika juga digunakan dalam ilmu kimia untuk membedakan karakteristik materi.

Apa Itu Sifat Kimia?

Sifat kimia menunjukkan kemampuan suatu zat untuk mengalami perubahan kimia atau bereaksi menghasilkan zat lain.

Contohnya:

  • mudah terbakar;
  • mudah berkarat;
  • mudah bereaksi dengan zat tertentu;
  • bersifat asam;
  • bersifat basa.

Sifat kimia berbeda dari sifat fisika karena berkaitan dengan kemampuan zat mengalami perubahan komposisi kimia.

Perubahan Fisika

Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menghasilkan jenis zat baru.

Contohnya:

  • es mencair;
  • air membeku;
  • air menguap;
  • kertas dipotong;
  • kayu dipotong;
  • gula larut dalam air.

Perhatikan contoh es yang mencair.

Es dan air sama-sama tersusun dari H₂O. Perbedaannya terletak pada wujud dan susunan partikelnya. Karena tidak terbentuk zat baru, proses tersebut termasuk perubahan fisika.

Secara ilmiah, perubahan fisika terjadi ketika keadaan atau sifat fisik materi berubah tanpa perubahan komposisi kimia.

Perubahan Kimia

Perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan satu atau lebih zat dengan jenis atau komposisi kimia yang berbeda dari zat sebelumnya.

Contohnya:

  • besi berkarat;
  • kayu terbakar;
  • makanan membusuk;
  • proses memasak makanan;
  • beberapa reaksi kimia yang menghasilkan gas atau endapan.

Sebagai contoh, besi yang mengalami korosi menghasilkan material baru yang berbeda dari besi semula. Karena terdapat perubahan kimia, peristiwa tersebut dikategorikan sebagai perubahan kimia.

Perbedaan Perubahan Fisika dan Kimia

Perubahan FisikaPerubahan Kimia
Tidak menghasilkan zat baruMenghasilkan zat baru
Komposisi kimia tetapKomposisi kimia berubah
Dapat berupa perubahan bentuk atau wujudMenghasilkan materi dengan sifat berbeda
Contoh: es mencairContoh: besi berkarat
Contoh: kertas dipotongContoh: kayu terbakar

Bagaimana Cara Mengenalinya?

Salah satu pertanyaan sederhana yang dapat digunakan adalah:

Apakah setelah perubahan tersebut terbentuk zat dengan identitas kimia yang berbeda?

Jika tidak, perubahan tersebut dapat termasuk perubahan fisika.

Jika terbentuk zat baru dengan sifat atau komposisi berbeda, perubahan tersebut termasuk perubahan kimia.

Namun, dalam kegiatan pengamatan nyata, siswa sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu tanda. Perubahan warna, terbentuknya gas, terbentuknya endapan, atau perubahan suhu dapat menjadi petunjuk terjadinya reaksi, tetapi harus dianalisis bersama bukti lainnya.

Kerapatan atau Massa Jenis Zat

Materi Zat dan Perubahannya kelas 7 juga berkaitan dengan konsep kerapatan atau massa jenis.

Massa jenis menunjukkan perbandingan antara massa suatu benda dengan volumenya.

Rumus massa jenis:

ρ = m / V

Keterangan:

  • ρ = massa jenis;
  • m = massa;
  • V = volume.

Dalam Sistem Internasional, massa jenis umumnya dinyatakan dalam kg/m³. Satuan lain seperti g/cm³ juga sering digunakan dalam pembelajaran.

Contoh Soal Massa Jenis

Sebuah benda mempunyai massa 200 gram dan volume 50 cm³.

Maka:

ρ = m / V

ρ = 200 / 50

ρ = 4 g/cm³

Jadi, massa jenis benda tersebut adalah 4 g/cm³.

Konsep massa jenis merupakan salah satu bagian dari cakupan Bab Zat dan Perubahannya pada buku IPA kelas VII.

Mengapa Ada Benda yang Mengapung dan Tenggelam?

Massa jenis juga dapat membantu menjelaskan fenomena benda yang mengapung atau tenggelam.

Secara sederhana:

  • jika massa jenis benda lebih kecil daripada cairan, benda cenderung mengapung;
  • jika massa jenis benda lebih besar daripada cairan, benda cenderung tenggelam;
  • jika massa jenis benda dan cairan berada pada kondisi yang sesuai, benda dapat berada dalam keadaan melayang.

Inilah salah satu alasan mengapa benda dengan ukuran yang berbeda dapat memiliki perilaku berbeda ketika dimasukkan ke dalam cairan.

Contoh Zat dan Perubahannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Agar lebih mudah dipahami, perhatikan contoh berikut.

PeristiwaJenis Perubahan
Es mencairFisika
Air membekuFisika
Air menguapFisika
Uap air mengembunFisika
Kertas dipotongFisika
Gula larut dalam airFisika
Besi berkaratKimia
Kayu terbakarKimia
Makanan membusukKimia
Memasak makananKimia

Perlu diperhatikan bahwa klasifikasi suatu peristiwa harus didasarkan pada perubahan yang terjadi pada materi, bukan sekadar pada perubahan bentuk yang terlihat.

Ringkasan Materi Zat dan Perubahannya Kelas 7

Berikut rangkuman yang dapat digunakan untuk belajar cepat.

1. Zat atau materi

Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang.

2. Wujud zat

Zat secara umum dapat ditemukan sebagai padat, cair, dan gas.

3. Zat padat

Memiliki bentuk dan volume yang relatif tetap.

4. Zat cair

Memiliki volume tertentu dan bentuk mengikuti wadah.

5. Gas

Tidak memiliki bentuk dan volume tetap serta mengisi ruang yang tersedia.

6. Perubahan wujud

Terdiri atas mencair, membeku, menguap, mengembun, menyublim, dan mengkristal/deposisi.

7. Perubahan fisika

Tidak menghasilkan zat baru.

8. Perubahan kimia

Menghasilkan zat dengan identitas atau komposisi kimia berbeda.

9. Sifat fisika

Dapat diamati atau diukur tanpa mengubah komposisi kimia zat.

10. Sifat kimia

Berkaitan dengan kemampuan suatu zat mengalami perubahan kimia.

11. Massa jenis

Dapat dihitung menggunakan rumus:

ρ = m/V

Baca juga: Kisi-Kisi TKA SMA/SMK 2026: Materi Lengkap Semua Mata Pelajaran

Kesimpulan

Materi Zat dan Perubahannya kelas 7 tidak hanya membahas pengertian zat, tetapi juga menjelaskan hubungan antara wujud, partikel, sifat, dan perubahan materi.

Zat dapat berada dalam wujud padat, cair, atau gas. Perubahan energi dapat menyebabkan perubahan wujud, seperti mencair, membeku, menguap, dan mengembun. Selain itu, materi dapat mengalami perubahan fisika maupun perubahan kimia.

Perbedaan paling mendasar adalah perubahan fisika tidak mengubah identitas kimia zat, sedangkan perubahan kimia menghasilkan zat dengan identitas atau komposisi kimia yang berbeda.

Dengan memahami konsep tersebut, siswa dapat menjelaskan berbagai fenomena sederhana di lingkungan sekitar menggunakan dasar-dasar sains, bukan hanya menghafalkan istilah.

Sumber Referensi

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VII (Edisi Revisi), 2023. ISBN 978-623-118-457-3.
  2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VII (Edisi Revisi), 2023.
  3. OpenStax. Chemistry, bagian Phases and Classification of Matter serta Physical and Chemical Properties.

12 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *